kalo yang masa kecilnya bahagia pasti tau lagu anak2 kayak bintang kecil, pelangi – pelangi, naik – naik ke puncak gunung, balon ku ada 5, potong bebek angsa, Naik kereta api, Ibu kita kartini, burung kakak tua, Naik delman. Lagu2 tersebut memang sangat populer di kalangan anak2 dari masa ke masa, tetapi setelah gw analisa secara mendangkal sebenarnya lagu2 tersebut sebenarnya menyesatkan dan terkesan membodohi anak2. Nih hasil analisa gw berikut dengan alasannya.
Lagu bintang kecil, perhatikan pada bait 1 yang berbunyi "Bintang kecil di langit yang biru". Dari bait ini anak2 telah di bodohi kalau bintang itu kecil padahal kan bintang itu sebenarnya besar. Terus disebutkan juga kalau bintang bisa di lihat ketika langit biru padahalkan kalo melihat bintang pasti malam2 dan langitnya warna hitam, masa warna biru. Seharusnya bait itu diganti jadi "Bintang besar di langit yang hitam".
lagu pelangi – pelangi, perhatikan pada bait ke 4 sampai habis "Pelukismu agung. siapa gerangan? pelangi pelangi ciptaan tuhan". Dari bait ini terjadi kebodohan, coba udah jelas2 di kasih tau yang ngelukis pelangi2 itu si agung tapi masih di tanya siapa gerangan? kan bodoh itu namanya. Seharusnya jangan kasih tau kalo pelukisnya itu agung. nantinya liriknya jadi seperti ini "Pelukismu itu siapa gerangan ? pelangi2 ciptaan tuhan".
Lagu naik2 kepuncak gunung, perhatikan pada bait ke 4 "kiri kanan kulihat saja banyak pohon cemara" coba deh tela’ah kalo naik ke puncak gunung emank ada pohon cemara? yang ada juga kawah panas, mana ada pohonnya kalo di puncak gunung. Kalo di bukit emank banyak pohonnya tapi kalo mau di ganti maka judulnya juga harus di ganti jadi naik2 ke puncak bukit, kan pas tuh. Atau kalo judulnya masih mau pake gunung kata2 pohon cemara di ganti sama kawah, jadi liriknya seperti ini "Kiri kanan kulihat saja banyak kawah di sana".
Lagu balon ku ada lima, perhatikan pada jumlah balonnya "Balonku ada lima rupa2 warnanya merah, kuning, kelabu, merah muda, dan biru meletus balon hijau dorr!!" coba deh tadi disebutkan kalo balonnya ada lima tapi pas kita hitung lagi ternyata balonnya ada 6 (merah, kuning, kelabu, merah muda, biru dan hijau) hah…. payah dah.
Lagu potong bebek angsa, perhatikan pada bait 1 "Potong bebek angsa, angsa di kuali" Mana ada angsa di kuali (tempat penggorengan) dimana – mana angsa adanya tuh di kandang atau di kali. kalo udah di potong dan mau di masak baru deh di masukkan di kuali. harusnya liriknya begini nih "Potong bebek angsa, yang ada di kali".
Pada lagu naik kereta api, coba lihat pada bait 3 "Kebandung surabaya bolehlah naik dengan percuma". Coba dari lagu itu, telah di ajarkan kalo naek kerata api dari bandung ke surabaya boleh naek dengan percuma alias gak bayar. Padahal kan kalo kita naek kereta api itu kita harus bayar dulu baru boleh naek. Oleh karena itu baitnya harus di ganti jadi "Kebandung surabaya bolehlah naik tapi bayar dulu".
Pada Lagu ibu kita kartini, mungkin beberapa orang udah tau akan keganjilan dari lagu ini, tentang siapa sebenarnya nama asli ibu kartini. coba perhatikan pada bait terakhir "Putri Indonesia Harum Namanya". coba sebenernya nama ibu kita kartini itu harum apa kartini, kalo namanya beneran kartini lantas harum itu siapa ? (<-masih dalam penyelidikan) dan kalo emang namanya kartini seharusnya baitnya kayak gini "Putri indonesia Kartini namanya".
Pada Lagu burung kaka’ tua, coba lihat pada bait pertama "Burung kakak tua hinggap di jendela". Coba mana ada burung hinggap di jendela, dimana mana mah yang namanya burung itu hinggapnya di pohon. kalo hinggap di jendela itu mah laler. seharusnya bait itu di ubah jadi "Burung kakak tua hinggap di Pohon".
Pada lagu naik delman, coba perhatikan bait ke 1 & 2 "Pada hari minggu kuturut ayah ke kota, naik delman istimewa". Mana ada ke KOTA (jakarta pusat) naik delman, bisa2 di tilang pulisi kali. Kalo ke kota itu dari dulu mah kalo gak naek bes ya naek engkot. Kalo kita ke desa baru ada delman di sana, jadi baitnya harus di ubah jadi "Pada hari minggu kuturut ayah ke desa, naik delman istimewa".
Dari analisa2 gw yang secara mendangkal itu, ternyata lagu2 anak2 yang sering gw nyanyiin dulu memang meyesatkan dan terkesan membodohi gw. Nih liat aja deh sampe sekarang gw masih idiot gini kronis lagi gak sembuh – sembuh.