Polusi Jakarta
Hah……balikin oh oh balikin udara bersih ku itu yang sering gw teriakkan dalam hati ketika pagi2 mau berangkat kantor. Bayangkan aja udara pagi yang seharusnya menyegarkan kini sudah berubah dengan kepulan asap….. udara pagi sering terlihat seperti kabut tapi bukan kabut kayak di puncak melainkan kabut asap alias racuuuuunnnnn udara. hah….. (*menghela napas) gw gak habis pikir kenapa kita gak pernah mau perduli untuk menjaga udara kita agar tetap bersih. Padahal udara ini bukan milik kita tapi titipan anak cucu kita kelak nantinya, (coba pikir pake otak jangan pake dengkul) akan menghirup apa anak cucu kita kalo sekarang aja udara di Jakarta sudah sangat tinggi tingkat polusinya. kalo gw Denger koran dan baca TV, menurut statistit eh statistik (maaf sengaja) jakarta merupakan kota berperingkat ke 3 terbesar di dunia dalam hal Polusi dan bukan hal yang tidak mungkin kalo kita gak segera mencari solusinya kita akan naik jadi peringkat 1. Terus juga gw pernah denger juga kalo tingkat kecerdasan penduduk suatu daerah bisa dilihat dengan tingkat kebersihan udaranya. semakin udaranya kotor semakin turun tingkat kepintaran penduduk2 yang tinggal di sana. (pantes aja siswa2 kita banyak yang gak lulus UAN)
Kalo menurut kacamata kuda berdasarkan yang gw liat banyak banget yang menyebabkan polusi udara di jakarta ini. Di sisni semakin banyak aja kendaraan bermotor baik mobil maupun motor, udah lagi kendaraan bermotor itu emisinya gak di perhatikan coba liat aja contohnya: Bajaj, bemo, metromini, bus2PPD, motor2 2 tak, kalo mereka lewat pasti akan mengeluarkan asap yang tebal, dan pastilah asap tersebut merupakan sumber polusi. sebenernya sih pemerintah sudah mulai aware akan hal ini tapi ya kayaknya rakyatnya aja yang dableg contohnya aja penghapusan Bajaj di jakarta, Bukannya di dukung eh malah di demo, padahal menurut statistik Bajaj, bemo, motor2tak merupakan penyalur polusi nomor 1 loh di jakarta. Memang sih itu urusan penghidupan tapi apakah kita gak merasa bersalah kalo kita bisa hidup dengan cara menyiksa orang atau merugikan orang. kita bisa aja kan mencari pekerjaan lainnya asal kita mau usaha. Emang di jakarta ini semua orang lebih mementingkan jangka pendek dan urusan perut atau gimana bisa dapet duit dengan berbagai cara, meskipun cara mereka merusak lingkungan sekitarnya. Beda banget dah sama penduduk di kuala lumpur (waktu gw ke malaysia). meskipun kendaraannya gak sebagus kendaraan disini (bayangkanmotornya butut2 disana) tapi emisinya mereka perhatikan dengan benar agara tidak sampai mencemari udara. Bayangin aja, waktu gw berangkat ke malaysia dari jakarta gw batuk2. eh sampe di sana setelah 2 hari batuk gw ilang padahal gw gak minum obat sama sekali dan juga kalo gw jalan2 disana baik itu pagi, siang, malem masih banyak burung2 yang berkicau dan berterbangan kesana kemari dengan bebasnya. Hahhhh (*menghela napas) Malu gw kadang2 sama negara tetangga kita itu.
Haduh…..(*menghela napas lagi) kadang gw ngebayangin penduduk2 yang ada di jakarta mungkin nantinya akan berevolusi struktur pernapasannya, bulu hidungnya nanti tambah lebat yang berfungsi sebagai filter udara. Hiiiiii gw sih gak mau bulu idung gw lebat kayak temen gw saking lebatnya bulu idung, bulunya bertebaran hingga ke dada dan tumbuh subur di sana (sori SIDIK). Ogah…ogah…ora sudi gw. Kapan yak penduduk kita (terutama orang yang menggunakan kendaraan yang mencemarkan udara) bisa tergugah hatinya untuk menghentikan kegiatannya itu. dan kita bersama2 dalam satu atap untuk melestarikan udara jakarta kita agar bisa terus layak di huni oleh manusia bukannya MUTANT
KEMBALIKAN UDARA BERSIH KUUUUUUUUUUUUU!


YM: robotopbalz@yahoo.com

